KISAH ALQOMAH:SUAMI YANG MEMENTINGKAN ISTRI KETIMBANG IBUNYA
Pernah dengar kisah Alqomah ? Banyak yang belum tahu mengenai kisah Alqomah. Beliau adalah seorang sahabat rasulullah yang sangat disayang oleh ibunya. Ibunya selalu memeberikan susu padanya dipagi hari. Suatu hari ketika sudah dewasa, Alqomah pun memberikan ibunya susu setiap hari, dan selalu membawakan ibunya makanan apa saja yang disukai ibunya. Pernah tidak kamu seperti itu? membawakan makanan apa saja yang disukai ibumu? Abban dari Anas r.a. berkata: "Ada seorang pemuda bernama Alqomah dimasa Rasulullah s.a.w. Pemuda ini rajin ibadat dan banyak sedekah, tiba-tiba ia sakit dan sangat berat sakitnya, maka isterinya menyuruh orang memanggil Rasulullah s.a.w. dan menyatakan bahawa suaminya sakit keras didalam keadaan nazak sakaratal maut dan saya ingin menerangkan kepadamu keadaannya. " Maka Rasulullah s.a.w. menyuruh Bilal, Ali, Salman dan Ammar r.a. supaya pergi ketempat Alqomah dan memperhatikan bagaimana keadaannya dan ketika telah sampai kerumah Alqomah mereka langsung masuk kepada Alqomah dan menuntunnya supaya membaca: Laa ilaha illallah, tetapi lidah Alqomah bagaikan terkunci, tidak dapat mengucap dua kalimah syahadah itu, ketika para sahabat itu merasa bahawa Alqomah pasti akan mati, mereka menyuruh Bilal supaya pergi memberutahu hal itu kepada Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w. langsung bertanya: " Apakah ia masih mempunyai ibu dan ayah? " Jawabnya: " Ayahnya telah meninggal, sedang ibunya masih hidup tetapi terlalu tua. " Rasulullah s.a.w. bersabda kepada Bilal: " Ya Bilal, pergilah kepada ibu Alqomah dan sampaikan kepadanya salamku, dan katakan kepadanya: JIka kau dapat berjalan pergi kepada Rasulullah s.a.w., dan jika tidak dapat maka Rasulullah s.a.w. akan datang kesini. " Jawab ibu Alqomah: " Sayalah yang lebih layak pergi kepada Rasulullah s.a.w . Lalu ia mengambil tongkat dan berjalan hingga masuk kerumah Rasulullah s.a.w. dan sesudah memberi salam ia duduk didepan Rasulullah s.a.w. Maka Rasulullah s.a.w. bertanya: " Beritakan yang benar-benar kepadaku, jika kau dusta kepada ku nescaya akan turun wahyu memberitahu kepadaku, bagaimanakah keadaan Alqomah? " Jawab ibu Alqomah: " Alqomah rajin ibadat sembahyang, puasa dan sedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui berapa banyaknya ." Rasulullah s.a.w. bertanya lagi: "Lalu bagaimana hubunganmu dengan dia? " Jawab ibu Alqomah: " Saya murka kepadanya ." Rasulullah s.a.w. bertanya: " Mengapa?" Jawab ibu Alqomah: "Karena ia mengutamakan isterinya lebih daripadaku dan menurut isterinya kepadaku dan menentangku." Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: " "Murka ibunya, itulah yang mengunci (menutup) lidahnya untuk mengucap dua kalimah syahadah. " Kemudian Rasulullah s.a.w. menyuruh Bilal supaya mengumpul kayu sebanyak- banyaknya untuk membakar Alqomah dengan api itu. Ibu Alqomah bertanya: " Ya Rasulullah s.a.w., puteraku, buah hatiku akan kau bakar dengan api didepanku? bagaimana akan dapat menerima hatiku?" Rasulullah s.a.w. bersabda: " "Hai ibu Alqomah, siksaan Allah s.w.t. lebih berat dan kekal, kerana itu jika kau ingin Allah s.w.t. mengampunkan dosanya, maka relakan ia (kau harus ridho padanya), demi Allah s.w.t. yang jiwaku ada ditanganNya tidak akan berguna sembahyang, sedekahnya selama engkau murka kepadanya. " Lalu ibu Alqomah mengangkat kedua tangan dan berkata: "Ya Rasulullah, saya mempersaksikan kepada Allah s.w.t. dilangit dan kau ya Rasulullah, dan siapa yang hadir ditempat ini bahawa saya telah ridho kepadanya." Maka langsung Rasulullah s.a.w. menyuruh Bilal pergi melihat hal keadaan Alqomah, apakah sudah mengucap Laa ilaha illallah atau tidak, khuatir kalau-kalau ibu Alqomah mengucapkan itu hanya kerana malu pada Rasulullah s.a.w. dan tidak pada hatinya. Apabila Bilal sampai dipintu rumah Alqomah tiba-tiba terdengar suara Alqomah membaca Laa ilaha illallah. Lalu Bilal masuk dan berkata: "Hai orang-orang, sesungguhnya murka ibu Alqomah itu yang menutup lidahnya untuk mengucap dua kalimah syahadah dan ridhonya kini melepaskan lidahnya, maka matilah Alqomah pada hari ini." Maka datanglah Rasulullah s.a.w. dan menyuruh supaya segera dimandikan dan dikafankan, lalu disembahyangkan oleh Rasulullah s.a.w. Dan sesudah dikuburkan Rasulullah s.a.w. berdiri diatas tepi kubur sambil berkata: "Hai sahabat Muhajir dan Anshar, siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia terkena kutukan (laknat) Allah s.w.t. dan tidak diterima daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya." Segala sesuatu pasti ada Hikmahnya, maka ambilah hikmah yang ada dalam kisah di atas.

<BACK>