TERJEMAHAN IHYA' ULUMUDDIN

KITAB ILMU DAN PADANYA TUJUH BAB

Bab pertama :
Tentang kelebihan ilmu, kelebihan mengajar dan belajar.

Bab kedua :
Tentang llmu-ilmu yang fardlu- 'ain dan yang fardlu-kifayah, menerangkan batas ilmu fiqhi, memperkatakan ilmu agama,penjelasan ilmu akhirat dan ilmu dunia.

Bab ketiga :
Tentang apa, yang dihitung oleh orang aw warn, termasuk sebahagian dari ilmu agama, pada hal tidak. Juga menerangkan jenis ilmu yang tercela dan kadarnya.

Bab keempat :
Tentang bahaya perdebatan dan menyebabkan kesibukan manusia dengan berselisih dan bertengkar.

Bab kelima :
Tentang adab pengajar dan pelajar.

Bab keenam :
Tentang bahaya ilmu, ulama dan tanda-tanda yang membedakan antara ulama dunia dan ulama akhirat.

Bab ketujuh :
Tentang akal, kelebihan akal, bahagian-bahagian akal dan hadits-hadits yang membicarakan tentang akal.

BAB PERTAMA : Tentang kelebihan ilmu, kelebihan mengajar, kelebihan belajar dan daiil-dalilnya dari Naqal (AIQuran dan Hadits) dan akal.

K E L E B I H A N ILMU
Dalil-dalilnya dari Al-Qur'an, ialah firman Allah swt. :
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ
(Syahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa huwa wal malaaikatu waulul 'ilmi qaaiman bil qis-thi).
(S. Ali Imran, ayat 18).Artinya : "Allah mengakui bahawa sesungguhnya Tiada tuhan selaindaripadanya,Dan Malaikat Malaikat Mengakui, Dan Orang orang Berilmu ". (S Ali Iimran ayah 18)
Maka lihatlah, betapa Allah swt. memulai dengan diriNya sendiri dan menduai dengan malaikat dan menigai dengan ahli ilmu. Cukuplah kiranya dengan ini, buat kita pertanda kemuliaan,kelebihan, kejelasan, dan ketinggian orang-orang yang berilmu.
Pada ayat lain Allah swt. Berfirman :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
(Yarfa'illaahul ladziina aamanuu minkum wal ladziina uutul 'ilmadarajaat). (S. Al Mujaadalah, ayat 11).Artinya : "Diangkat oleh Allah orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa tingkat". (S. Al- Mujadalah, ayat 11).
Ibnu Abbas radliallaa.hu'anh (ra.) (diredai Allah dia kiranya) mengatakan : "Untuk ulama beberapa tingkat di atas orang mu'min, dengan 700 tingkat tingginya. Antara dua tingkat itu, jaraknya sampai 500 tahun perjalanan".
Pada ayat lain Allah swt. Berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
(Qul hal yastawil ladziina ya'lamuuna wal ladziina laa ya'lamuun).(S. Az-Zumar, ayat 9).
Artinya : "Katakanlah, Adakah sama antara orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu?". (S Az. zumar, ayat 9).
Berfirman Allah swt. :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
(Innamaa yakhsyallaahamin 'ibaadihil ulamaa-u)
Artinya : "Sesungguhnya yang takut akan Allah daripada hambaNya ialah ulama (ahli ilmu)". (S. Fathir ayat 28).
Berfirman Allah swt. :
قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ
(Qul kafaa billaahi syahiidan bainii wabainakum wain an 'indahuu 'ilmul kitaab).
Artinya : "Katakanlah! Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu dan orang-orang yang padanya ada pengetahuan tentang Al-Qur'an ". (S. Ar-Ra'd, ayat 43).
Pada ayat yang lain tersebut :
قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ
(Qaalal ladzii 'indahuu 'ilmun minal kitaabi ana aatika bihi)
Artinya : "Berkatalah orang yang mempunyai pengetahuan tentang Kitab "Aku sanggup membawanya kepada engkau". (S. An-Naml, ayat 40).
Ayat ini memberitahukan bahwa orang itu merasa sanggup karena tenaga pengetahuan yang ada padanya.
Berfirman Allah swt. :
وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
(Wa qaalal ladziina uutul 'ilma wailakum tsawaabullaahi khairunliman aamana wa 'amila shaalihaa). (S. Al-Qashash, ayat 80).
Artinya : "Berkatalah orang-orang yang berpengetahuan : Malang nasibmu Pahala dari Allah lebih baik untuk orang yang beriman dan menger jakan perbuatan baik ". (S. Al-Qashash, ayat 80).
Ayat ini menjelaskan bahwa tingginya kedudukan di akhirat, diketahui dengan ilmu pengetahuan.
Pada ayat lain tersebut :
وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ
(Wa tilkal amtsaalu nadlribuhaa linnaasi wa maa ya'qiluhaa illal 'aalimuun
Artinya : "Contoh-contoh itu Kami buat untuk manusia dan tidak ada yang mengerti kecuali orang-orang yang berilmu " .(S. Al-Ankabut, ayat 43).
Dan firman Allah Swt. :
وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الأمْرِ مِنْهُمْ
(Walau radduuhu ilar rasuuli wa ilaa ulil-amri minhum la'alimahul Ladzin yastanbithuunahuu minhum).( An nisaa Ayat 83)
Artinya : "Kalau mereka kembalikan kepada Rasul dan orang yang berkuasa diantara mereka niscaya orang-orang yang memperhatikan itu akan dapat mengetahui yang sebenarnya ". (S. An-Nisa', ayat 83).
Ayat ini menerangkan bahwa untuk menentukan hukum dari segala kejadian, adalah terserah kepada pemahaman mereka. Dan dihubungkan tingkat mereka dengan tingkat Nabi-nabi, dalam hal menyingkap hukum Allah.
Dan ada yang menafsirkan tentang firman Allah :
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى
(Yaabanii Aadama qad anzalnaa 'alaikum libaasan yuwaarii sau- aatikum wa riisyan wa libaasut taqwaa). (S. Al-A'raaf, ayat 26).
Artinya : "Wahai anak Adam Sesungguhnya Kami telah turunkan kepadamu pakaian yang menutupkan anggota kelaminmu dan bulu dan pakaian ketaqwaan". (S. Al-A'raf, ayat 26).Dengan tafsiran, bahwa pakaian itu maksudnya ilmu, bulu itu maksudnya yakin dan pakaian ketaqwaan itu maksudnya malu.
Pada ayat lain tersebut :
وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ
(Walaqad ji'naahum bikitaabin fashshalnaahu 'alaa 'ilmin). (S. Al- A'raaf, ayat 52).
Artinya :"Sesungguhnya Kami telah datangkan kitab kepada mereka, Kami jelaskan dengan pengetahuan". (S. Al-A'raf, ayat 52).
Pada ayat lain :
فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ
(Falanaqushshanna 'alaihim bi'ilmin).
Artinya :" Sesungguhnya akan kami ceritakan kepada mereka menurut pengetahuan". (S. Al- A'raf, ayat 7).
Pada ayat lain :
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
(Bal huwa aayaatun bayyinaatun fii shuduuril ladziina uutul 'ilma).(S. Al-'Ankabuut, ayat 49).
Artinya : "Bahkan (Al-Quran) itu adalah bukti-bukti yang jelas di dalam dada mereka yang diberi pengetahuan". (S. Al-'Ankabut, ayat 49).
Pada ayat lain :
خَلَقَ الإنْسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
(Khalaqal insaana allamahul bayaan).
Artinya : "Tuhan menjadikan manusia dan mengajarkannya berbicara terang'. (S. Ar-Rahman, ayat 3-4).Tuhan menerangkan yang demikian pada ayat tadi untuk menyatakan nikmatNya dengan pengajaran itu.
Adapun hadits, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم saw. Bersabda :
فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين ويلهمه رشده
(Man yuridil laahu bihi khairan yufaqqihhu fid diini wa yulhimhu rusydahu).
Artinya : "Barangsiapa dikehendaki Allah akan memperoleh kebaikan, niscaya dianugerahiNya pemahaman dalam agama dan diilhamiNya petunjuk". (1)
Nabi saw. bersabda :
وقال صلى الله عليه وسلم : العلماء ورثة الأنبياء
(Al-'ulamaa-u waratsatul ambiyaa-i).
Artinya : "Orang berilmu (ulama) itu adalah pewaris dari Nabi- Nabi". (2)
--------------------------------------------1.Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Mu'awlyah.
2.Dirawikan Abu Dawud, Ath- Tirdmidzi dll. dari Abld Darda'.
--------------------------------------------Dan sudah dimaklumi, bahwa tak ada pangkat di atas pangkat kenabian dan tak ada kemuliaan di atas kemuliaan yang mewarisi pangkat tersebut.
وقال صلى الله عليه وسلم : يستغفر للعالم ما في السموات والأرض
(Yastaghfiru lil'aalimi maa fis samaawaati wal ardli).
Artinya : " Isi langit dan isi bumi meminta ampun untuk orang yang berilmu'(1)
Manakah kedudukan yang melebihi kedudukan orang, di mana para malaikat di langit dan di bumi selalu meminta ampun baginya? Orang itu sibuk dengan urusannya dan para malaikat sibuk pula meminta ampun baginya.
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
إن الحكمة تزيد الشريف شرفا وترفع المملوك حتى يدرك مدارك الملوك
(Innal hikmata taziidusy syariifa syarafan wa tarfa'ul mamluuka hattaa yudrika madaarikal muluuki).Artinya : "Bahwa ilmu pengetahuan itu menambahkan mulia orang yang mulia dan meninggikan seorang budak sampai ke tingkat raja-raja'.' (2) Dijelaskan oleh hadits ini akan faedahnya di dunia dan sebagai dimaklumi bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal.
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda
خصلتان لا يكونان في منافق حسن سمت وفقه في الدين.
(Khashlataani laa yakuunaani fri munaafiqin, husnu samtin wa fiqhun fid diin).
Artinya :" Dua perkara tidak dijumpai pada orang munafiq; baik kelakuan dan berpaham agama". (3)
--------------------------------------------1.Ini adalah sebagian dari hadits Abid Darda' di atas.
2.Dirawikan Abu Na'im dll. dari Anas, dengan Isnad dla'lf.
3.Dirawikan Ath-Thurmldzi dari Abu Hurairah, hadits gharib (hadits yang aslng isnadnya).
-------------------------------------
Dan janganlah anda ragu akan hadits ini, karena munafiqnya sebahagian ulama fiqih zaman sekarang. Karena tidaklah dimaksudkan oleh hadits itu akan fiqih yang anda sangkakan. Dan akan diterangkan nanti arti fiqih itu. Sekurang-kurangnya tingkat seorang ahli fiqih tahu ia bahwa akhirat itu lebih baik dari dunia. Dan pe ngetahuan ini, apabila benar dan banyak padanya, niscaya terlepaslah dia dari sifat nifaq dan ria.
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
أفضل الناس المؤمن العالم الذي إن احتيج إليه نفع وإن استغنى عنه أغنى نفسه
(Afdlalun naasil mu'minul 'aalimul ladzii inihtiija ilaihi nafa'a wa inistughniya 'anhu aghnaa nafsah). Artinya : "Manusia yang terbaik ialah mu'min yang berilmu, jika, diperlukan dia berguna. Dan jika tidak diperlukan, maka dia dapat mengurus dirinya sendiri". (1)
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
الإيمان عريان ولباسه التقوى وزينته الحياء وثمرته العلم
(Al-imaanu uryaanun wa libaasuhut taqwaa wa ziinatuhul hayaa-u wa tsamaratuhul 'ilmu).
Artinya : "Iman itu tidak berpakaian. Pakaiannya ialah taqwa, perhiasannya ialah malu dan buahnya ialah ilmu ". (2)
-------------------------------------
1.Dirawikan Al-Baihaqi dari Abid Darda', Isnad dlall

2.Dirawikan Al-Hakim dari Abid Darda', Isnad dla'if.
--------------------------------------------Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
وقال صلى الله عليه وسلم: أقرب الناس من درجة النبوة أهل العلم والجهاد أما أهل العلم فدلوا الناس على ما جاءت به الرسل وأما أهل الجهاد فجاهدوا بأسيافهم على ما جاءت به الرسل (Aqrabun naasi min darajatin nubuwwati ahlul 'ilmi wal jihaadi. Amrtiaa ahlul 'ilmi fadallun naasa 'alaa maa jaa-at bihir rusulu wa ammaa ahlul jihaadi fajaahaduu biasyaafihim 'alaa maa jaa-at bihir rusul).
Artinya : "Manusia yang terdekat kepada derajat kenabian ialah orang yang berilmu dan berjihad. Adapun orang yang berilmu, maka memberi petunjuk kepada manusia akan apa yang dibawa Rasul-Rasul. Dan orang yang berjihad, maka berjuang dengan pedang membela apa yang dibawa para Rasul itu ". (1)
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
لموت قبيلة أيسر من موت عالم
(Lamautu qabiiiatin aisaru min mauti 'aalimin).
Artinya : "Sesungguhnya mati satu suku bangsa, adalah lebih mudah daripada mati seorang yang berilmu''. (2).
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
الناس معادن كمعادن الذهب والفضة فخيارهم في الجاهلية خيارهم في الإسلام إذا فقهوا
(An-naasu ma'aadinu kama- 'aadinidz dzahabi wal fidldlati, fakhi- yaaruhum fil jaahiliyyati khiyaaruhum fil islaami idzaa faquhuu).
Artinya : "Manusia itu ibarat barang logam seperti logam emas dan perak. Orang yang baik pada jahiliyah menjadi baik pula pada masa Iislam apabila mereka itu berpaham (berilmu)". (3)
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
يوزن يوم القيامة مداد العلماء بدم الشهداء
(Yuuzanu yaumal qiyaamati midaadul 'ulamaa-i bidamisy syuhadaa'}
Artinya : "Ditimbang pada hari qiamat tinta ulama dengan darah syuhada' (orang-orang syahid mempertahankan agama Allah)". (4)
--------------------------------------------1.Dirawikan Abu Naim dari Ibnu Abbas, isnad dla'lf.
2.Dirawikan Ath-Thabrani dan Ibnu Abdul-Birri dari Abi-Darda
3.Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Huralrah.
4.Dirawikan Ibnu Abdul-Birri dari Abid-Darda, isanad dla'if.
--------------------------------------------Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
من حفظ على أمتي أربعين حديثا من السنة حتى يؤديها إليهم كنت له شفيعا وشهيدا يوم القيامة
(Man hafidha 'alaa ummatii arba'iina hadiitsan minas sunnati hattaa yuaddiyahaa ilaihim kuiitu lahuu syafii'an wa syahiidan yaumal qiyaamah).
Artinya :" Barangsiapa menghafal kepada ummatku empat puluh hadits, sehingga ia menghafalkannya kepada mereka, maka aku memberi syafa'at dan menjadi saksi baginya pada hari qiamat". (1)
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
من حمل من أمتي أربعين حديثا لقي الله عز وجل يوم القيامة قيها عالما
(Man hamala min ummatii arba'iina hadiitsan laqiallaaha 'azza wa jalla yaumal qiyaamati faqiihan 'aaliman). Artinya :"Barangsiapa dari ummatku menghafal empat puluh hadits, maka dia akan bertemu dengan Allah pada hari qiamat sebagai seorang ahli fiqih yang 'alim". (2)
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
من تفقه في دين الله عز وجل كفاه الله تعالى ما أهمه ورزقه من حيث لا يحتسب
(Man tafaqqaha fii diinillaahi 'azza wa jalla kafaahullaahu ta'aalaa maa ahammahu wa razaqahu min haitsu laa yahtasib). Artinya : " Barangsiapa memahami agama Allah niscaya dicukupkan Allah akan kepentingannya dan diberikanNya rezeqi diluar dugaannya " (3)
--------------------------------------------1.Dirawikan Ibnu Abdul-Birri dari Ibnu Umar dan dipandangnya dla'if.
2.Dirawikan Ibnu Abdul-BirrI dari Anas dan dipandangnya dla'if.
3.Dirawikan Al-Khatlb dari Abdullah bin Juz'i Az-Zubaidi, dengan Isnad dla'if.
--------------------------------------------Bersabda Nabi saw صلى الله عليه وسل
أ وحى الله عز وجل إلى إبراهيم عليه السلام يا إبراهيم إني عليم أحب كل عليم
Auhallaahu 'azza wa jalla ilaa Ibraahiima'alaihissalaam, yaa Ibraa- hiimu innii 'aliimun uhibbu kulla'aliimin).Artinya : ".Diwahyukan Allah kepada Nabi Ibrahim alahis salam (as) : Hai Ibrahim Bahwasanya Aku Maha Tahu, menyukai tiap-tiap orang yang tahu (berilmu)". (1)
Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم :ا
العالم أمين الله سبحانه في الأرض
(Al-'aalimu amiinullaahi subhaanahu fil ardli).
Artinya :" Orang yang berilmu itu adalah kepercayaan Allah swt. di bumi". (2)
Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم :
صنفان من أمتي إذا صلحوا صلح الناس وإذا فسدوا فسد الناس الأمراء والفقهاء
(Shinfaani min ummatii idzaa shaluhuu shaluhan naasu wa idzaa fasaduu fasadan naasu, al- umaraa-u wal fuqahaa-u). Artinya : "Dua golongan dari ummatku apabila baik niscaya baiklah manusia semuanya dan apabila rusak niscaya rusaklah manusia seluruhnya yaitu Amir-amir dan ahli-ahli fiqih". (3)
--------------------------------------------1.Hadits ini disebutkan Ibnu Abdul-Birrl dengan catatan.
2.Dirawikan Ibnu Abdil-Birri dari Ma'adz, dengan sanad dla'if.
3.Dirawikan oteh Ibnu Abdil-Birri dan Abu Na'im dari Ibnu Abbas, dengan sanad dla'if.
--------------------------------------------Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم :
إذا أتى علي يوم ل أزداد فيه علما يقربني إلى ال عز وجل فل بورك لي في طلوع شمس
ذلك اليوم
(Idzaa ataa 'alayya yaumun laa azdaadu fiihi 'ilman yuqarribunii ilaallahi 'azza wa jalla falaa buurika lii fii thuluu'i syamsi dzaalikal yaum). Artinya :" Apabila datanglah kepadaku hari, yang tidak bertambah ilmuku padanya, yang mendekatkan aku kepada Allah, maka tidak diberikan barakah bagiku pada terbit matahari hari itu ". (1)
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : Mengenai kelebihan ilmu dari ibadah dan mati syahid :
في تفضيل العلم على العبادة والشهادة فضل العالم على العابد كفضلي على أدنى رجل من أصحابي
(Fadl-lul 'aalimi 'alal 'aabidi kafadl- lii 'alaa adnaa rajulin min ashhaabii).
Artinya : "Kelebihan orang berilmu dari orang 'abid (orang yang banyak ibadahnya) seperti kelebihanku dari orang yang paling rendah dari shahabatku ". (2) Lihatlah betapa Nabi saw. membuat perbandingan antara ilmu pengetahuan dan derajat kenabian. Dan bagaimana Nabi mengurangkan tingkat amal ibadah yang tidak dengan ilmu pengetahuan, meskipun orang yang beribadah itu, tidak terlepas dari pengetahuan tentang peribadatan yang selalu dikerjakan. Dan kalau tak adalah ilmu, maka itu bukanlah ibadah namanya.
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب
(Fadl-lul 'aalimi 'alal 'aabidi kafadl- lil qamari lailatal badri 'alaa saa- iril kawaakib).
Artinya :" Kelebihan orang berilmu atas orang 'abid, adalah seperti kelebihan bulan malam purnama dari bintang-bintang yang lain".(3)
--------------------------------------------1.Dirawikan Ath-Thabrani, Abu Na'im dan Ibnu Abdil-Birri dan A'isyah.
2.Dirawikan At-Tlrmidzi dari Abi Amamah dan katanya : hadits hasan shohih.
3.Dirawikan Abu Dawud. At- Tlrmidzl dll. dari Abld-Darda'.
--------------------------------------------Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda
وقال صلى الله عليه وسلم: يشفع يوم القيامة ثلاثة الأنبياء ثم العلماء ثم الشهداء
(Yasyfa'u yaumal qiyaamati tsalaatsatun : al-ambiyaa-u tsummal Halamaa-u tsummasy syuhadaa-u). Artinya :" Yang memberi syafa'at pada hari qiamat ialah tiga golongan yaitu: para nabi, kemudian alim ulama dan kemudian para syuhada " (1) Ditinggikan kedudukan ahli ilmu sesudah nabi dan di atas orang syahid, serta apa yang tersebut dalam hadits tentang kelebihan orang syahid.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
ما عبد الله تعالى بشيء أفضل من فقه في الدين ولفقيه واحد أشد على الشيطان من ألف عابد ولكل شيء عماد وعماد هذا الدين الفقه
(Maa 'ubidallaahu ta'aalaa bisyai- in afdlala min fiqhin fid diini wa lafaqiihun waahidun asyaddu 'alasy syaithaani min alfi 'aabidin wa likulli syai-in 'imaadun wa 'imaadu haadzad diinil fiqhu). Artinya :" Tiadalah peribadatan sesuatu kepada Allah yang lebih utama dari pada memahami agama. Seorang ahli fiqih adalah lebih sukar bagi syaitan menipunya daripada seribu orang 'abid. Tiap-tiap sesuatu, ada tiangnya. Dan tiang agama itu ialah memahaminya (ilmu fiqhi) (2)
Nabi صلى الله عليه وسلم. bersabda :
و قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خير دينكم أيسره وخير العبادة الفقه
(Khairu diinikum aisaruhu wa khairul 'ibaadatil fiqhu).
Artinya : "Yang terbaik dari agamamu ialah yang termudah dan ibadah yang terbaik ialah memahami agama". (3)
--------------------------------------------1.Dirawikan Ibnu Majah dam Utsman bin Affan isnad dla'if.
2.Dirawikan Ath-Thabrani dll. dari Abu Hurairah, isnad dla'if.
3.Dirawikan Ibnu Abdil-Birri dari Anas, sanad dla'if.
--------------------------------------------NAbi صلى الله عليه وسلم Bersabda
فضل المؤمن العالم على المؤمن العابد بسبعين درجة
(Fadl-lul mu'minil 'aalimi 'alal mu'minil 'aabidi bisab'iina darajatan).
Artinya : "Kelebihan orang mu'min yang berilmu dari orang mu'min yang abid ialah tujuh puluh derajat". (1)

Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
إنكم أصبحتم في زمن كثير فقهاؤه قليل قراؤه وخطباؤه قليل سائلوه كثير معطوه العمل فيه خير من العلم وسيأتي على الناس زمان قليل فقهاؤه كثير خطباؤه قليل معطوه كثير سائلوه العلم فيه خير من العمل
Innakum ash bah turn fii zaman in katsiirin fuqahaa-uhu, qaliilin Artinya : "Bahwa kamu berada pada suatu masa yang banyak ahli fiqihnya, sedikit ahli qira'at dan ahli pidato, sedikit orang meminta dan banyak orang memberi. Dan amal pada masa tersebut lebih baik dari pada ilmu. Dan akan datang kepada ummat manusia suatu masa, yang sedikit ahli fiqihnya, banyak ahli pidato, sedikit yang memberi dan banyak yang meminta.Ilmu pada masa itu lebih baik dari amal" (2)
Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم .
بين العالم والعابد مائة درجة بين كل درجتين حضر الجواد المضمر سبعين سنة
(Bainal 'aalimi wal 'aabidi mi-atu darajatin, baina kulli darajataini hudlrul jawaadil mudlammari sab'iina sanatan). Artinya :"Antara orang 'alim dan orang 'abid seratus derajat jaraknya. Jarak antara dua derajat itu dapat dicapai dalam masa tujuh puluh tahun oleh seekor kuda pacuan ". (3)
--------------------------------------------1.Dirawikan Ibnu 'Uda dari Abi Hurairah Isnad dla'if.
2.Dirawikan Ath-Thabrani dari Hizam bin Hakim, isnad dla'if.
3.Dirawikan Al-Ashfahani dari Ibnu Omar, dengan sanad dla'if.
--------------------------------------------Orang bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم : "Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang lebih baik?". Maka Nabi saw. صلى الله عليه وسلم menjawab : العلم بالله عز وجل " Ilmu mengenai Allah 'Azza wa Jalla (Maha Mulia dan Maha Besar)".
Bertanya pula orang itu : "Ilmu apa yang engkau kehendaki?".
Nabi صلى الله عليه وسلم : menjawab : العلم بالله سبحانه "Ilmu mengenai Allah swt.".
Berkata orang itu lagi : "Kami menanyakan tentang amal, lantas engkau menjawab tentang ilmu".
Maka Nabi صلى الله عليه وسل م menjawab : إ ن قليل العمل ينفع مع العلم بالله، وإن كثير العمل لا ينفع مع الجهل بالله
" Bahwasanya sedikit amal adalah bermanfa'at dengan disertai ilmu mengenai Allah. Dan bahwasanya banyak amal tidak bermanfa'at bila disertai kebodohan mengenai Allah swt.". (1)
Nabi صلى الله عليه وسلم Bersabda :
وقال صلى الله عليه وسلم : يبعث الله سبحانه العباد يوم القيامة ثم يبعث العلماء ثم يقول: يا معشر العلماء، إني لم أضع علمي فيكم إلا لعلمي بكم ولم أضع علمي فيكم لأعذبكم، اذهبوا فقد غفرت لكم
(Yab'atsullaahu subhaanahul 'ibaada yaumal qiyaamati, tsumma yab'atsul 'ulamaa-a tsumma yaquulu : Yaa ma'-syaral 'ulamaa-i Innii lam adla' 'ilmii fiikum illaa li'ilmii bikum. Wa lam adla') Artinya : "Allah swt. membangkitkan hamba- hambaNya pada hari qiamat. Kemudian membangkitkan orang-orang 'alim seraya berfirman : "Hai orang 'alim bahwasanya Aku tidak meletakkan ilmuKu padamu selain karena Aku mengetahui tentang kamu. Dan tidak Aku meletakkan ilmuKu padamu untuk memberi adzab kepadamu. Pergilah' Aku telah mengampunkan segala dosamu". (2)
Kita bermohon kepada Allah akan husnul-khatimah!.
Adapun atsar (kata-kata shahabat Nabi saw. dan pemuka-pemuka Islam lainnya yaitu :
Ali bin Abi Thalib ra. berkata kepada Kumail : "Hai Kumail
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta itu terhukum. Harta itu berkurang apabila dibelanjakan dan ilmu itu bertambah dengan dibelanjakan".
Berkata pula Ali ra. : "Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, bershalat dan berjihad. Apabila mati orang yang berilmu, maka terdapatlah suatu kekosongan dalam Islam yang tidak dapat ditutup selain orang penggantinya".
--------------------------------------------1.Dirawikan ibnu Abdil-Birri dari Anas, dengan sanad dla'if.
2.Dirawikan Ath-Thabrani dari Abi Musa, dengan sanad dla'if.
--------------------------------------------Berkata pula Ali ra. dengan sajak :
Tidaklah kebanggaan selain bagi ahli ilmu,
Mereka memberi petunjuk kepada orang yang meminta di tunjukkan.
Nilai manusia adalah dengan kebaikan yang dikerjakannya,
Dan orang-orang jahil itu adalah musuh ahli ilmu.
Menanglah engkau dengan ilmu, hiduplah berlama
Orang lain mati, ahli ilmu itu terus hidup.
Berkata Abul-Aswad : "Tidak adalah yang lebih mulia dari ilmu. Raja-raja itu menghukum manusia dan 'alim ulama itu menghukum raja-raja".
Berkata Ibnu Abbas ra. : "Disuruh pilih pada Sulaiman bin Daud as. antara ilmu, harta dan kerajaan, Maka dipilihnya ilmu, lalu dianugerahkanlah kepadanya harta dan kerajaan bersama ilmu itu".
Ditanyakan kepada Ibnul Mubarak : "Siapakah manusia itu?". Maka ia menjawab : "Orang- orang yang berilmu". Lalu ditanyakan pula : "Siapakah raja itu?".
Maka ia menjawab : "Orang yang zuhud ( tidak terpengaruh dengan kemewahan dunia )'.
Ditanyakan pula : "Siapakah orang hina itu?'.
Maka ia menjawab : " Mereka yang memakan (memperoleh) dunia dengan agama.
Ibnul Mubarak tidak memasukkan orang tak berilmu dalam golongan manusia. Karena ciri yang membedakan antara manusia dan hewan, ialah ilmu. Maka manusia itu adalah manusia, di mana ia menjadi mulia karena ilmu. Dan tidaklah yang demikian itu disebabkan kekuatan dirinya. Unta adalah lebih kuat daripada manusia. Bukanlah karena besarnya. Gajah lebih besar daripada manusia.
Bukanlah karena beraninya. Binatang buas lebih berani daripada manusia. Bukanlah karena banyak makannya. Perut lembu lebih besar daripada perut manusia. Bukanlah karena kesetubuhannya dengan wanita. Burung pipit yang paling rendah lebih kuat bersetubuh, dibandingkan dengan manusia. Bahkan, manusia itu tidak dijadikan, selain karena ilmu.
Berkata setengah ulama : "Wahai kiranya, barang apakah yang dapat diperoleh oleh orang yang ketiadaan ilmu dan barang apakah yang hilang dari orang yang memperoleh ilmu".
Bersabda Nabi saw صلى الله عليه وسلم . :
من أوتي القرآن فرأى أن أحدا أوتي خيرا منه فقد حقر ما عظم الله تعالى
(Man uutiyal Qur-aana fara-aa anna ahadan uutiya khairan minhu faqad haqqara maa 'adhdhamallaahu ta'aalaa). Artinya : Barangsiapa dihadiahkan kepadanya Al- Quran lalu ia memandang ada lain yang lebih baik daripadanya, maka orang itu telah menghinakan apa yang dibesarkan oleh Allah Ta 'ala ".
Bertanya Fathul-Mausuli ra: "Bukankah orang sakit itu apabila tak mau makan dan minum, lalu mati?". Menjawab orang dikelilingnya : "Benar!".
Lalu menyambung Fathul-Mausuli : "Begitu pula hati, apabila tak mau kepada hikmah dan ilmu dalam tiga hari, maka matilah hati itu"
Benarlah perkataan itu, karena sesungguhnya makanan hati itu ialah ilmu dan hikmah. Dengan dua itulah, hidup hati, sebagaimana tubuh itu hidup dengan makanan.
Orang yang tak berilmu, hatinya menjadi sakit dan kematian hatinya itu suatu keharusan. Tetapi, dia tidak menyadari demikian, karena kecintaan dan kesibukannya dengan dunia, menghilangkan perasaan itu, sebagaimana kesangatan takut, kadang-kadang menghilangkan kepedihan luka seketika, meskipun luka itu masih ada.
Apabila mati itu telah menghilangkan kesibukan duniawi, lalu ia merasa dengan kebinasaan dan merugi besar Kemudian, itu tidak bermanfa'at baginya.Yang demikian itu, seperti : dirasakan oleh orang yang telah aman dari ketakutan dan telah sembuh mabuk, dengan luka-luka yang diperolehnya dahulu sewaktu sedang mabuk dan takut.
Kita berlindung dengan Allah dari hari pembukaan apa yang tertutup. Sesungguhnya manusia itu tertidur. Apabila mati, maka dia terbangun. Berkata Al-Hassan ra. : "Ditimbang tinta para ulama dengan darah para syuhada'. Maka beratlah timbangan tinta para ulama itu, dari darah para syuhada' ".
Berkata Ibnu Mas'ud ra : "Haruslah engkau berilmu sebelum ilmu itu diangkat. Diangkat ilmu adalah dengan kematian perawi-perawinya . Demi Tuhan yang jiwaku di dalam kekuasaanNya!. Sesungguhnya orang-orang yang syahid dalam perang sabil, lebih suka dibangkitkan oleh Allah nanti sebagai ulama. Karena melihat kemuliaan ulama itu. Sesungguhnya tak ada seorangpun yang dilahirkan berilmu. Karena ilmu itu adalah dengan belajar".
Berkata Ibnu Abbas ra. : " Bertukar-pikiran tentang ilmu sebahagian dari malam, lebih aku sukai daripada berbuat ibadah di malam itu" . Begitu juga menurut Abu Hurairah ra. dan Ahmad bin Hanbal ra.
Berkata Al-Hasan tentang firman Allah Ta'ala :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً
(Rabbanaa aatinaa fiddun-ya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan)
Artinya :"Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan pula di hari akhirat". (S. Al-Baqarah, ayat 201).
Bahwa kebaikan di dunia itu ialah ilmu dan ibadah, sedang kebaikan di akhirat itu, ialah sorga.
Ditanyakan kepada setengah hukama' (para ahli hikmah) : "Barang apakah yang dapat disimpan lama?".
Lalu ia menjawab : "Yaitu barang- barang, apabila kapalmu karam, maka dia berenang bersama kamu,Yakni : ilmu , Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan karam kapal ialah binasa badan, dengan mati.
Berkata setengah hukama' : "Barangsiapa membuat ilmu sebagai kekang di mulut kuda, niscaya dia diambil manusia menjadi imam. Dan barangsiapa dikenal dengan hikmahnya, niscaya dia diperhatikan oleh semua mata dengan mulia".
Berkata Imam Asy-Syafi'i ra. : "Diantara kemuliaan ilmu, ialah, bahwa tiap-tiap orang dikatakan berilmu, meskipun dalam soal yang remeh, maka ia gembira. Sebaliknya, apabila dikatakan tidak, maka ia m eras a sedih".
Berkata Umar ra . : "Hai manusia! Haruslah engkau berilmu! Bahwasanya Allah swt. mempunyai selendang yang dikasihiNya. Barangsiapa mencari sebuah pintu dari ilmu, maka ia diselendangi Allah dengan selendangNya. Jika ia berbuat dosa, maka dimintanya kerelaan Allah tiga kali, supaya selendang itu tidak di buka daripadanya dan jika pun berkepanjangan dosanya sampai ia mati".

Berkata Al-Ahnaf ra : "Hampirlah orang berilmu itu dianggap sebagai Tuhan. Dan tiap-tiap kemuliaan yang tidak dikuatkan dengan ilmu, maka kehinaanlah kesudahannya".
Berkata Salim bin Abil-Ja'ad ; "Aku dibeli oleh tuanku dengan arga 300 dirham lalu dimerdekakannya aku. Lalu aku bertanya : "Pekerjaan apakah yang akan aku kerjakan?". Maka bekerjalah aku dalam lapangan ilmu. Tak sampai setahun kemudian, datanglah berkunjung kepadaku amir kota Madinah. Maka tidak aku izinkan, ia masuk".
Berkata Zubair bin Abi Bakar : "Ayahku di Irak menulis surat kepadaku. Isinya diantara Iain, yaitu : "Haruslah engkau berilmu! Karena jika engkau memerlukan kepadanya, maka ia menjadi harta bagimu. Dan jika engkau tidak memerlukan kepadanya, maka ilmu itu menambahkan keelokanmu".
Diceriterakan juga yang demikian dalam nasehat Luqman kepada anaknya.
Berkata Luqman : "Hai anakku! Duduklah bersama ulama,Rapatlah mereka dengan kedua lututmu! Sesungguhnya Allah swt. menghidupkan hati dengan nur-hikmah (sinar ilmu) seperti menghidupkan bumi dengan hujan dari langit".
Berkata setengah hukama : "Apabila meninggal seorang ahli ilmu maka ia ditangisi oleh ikan di dalam air dan burung di udara. Wajahnya hilang tetapi sebutannya tidak dilupakan".
Berkata Az-Zuhri : "Ilmu itu jantan dan tidak mencintainya selain oleh laki-laki yang jantan".



<<BACK